Hukum Aqiqah dengan Uang Pinjaman (Hutang)

Hukum Aqiqah dengan Uang Pinjaman (Hutang) – saya mendapati bahwa dasar hukum pelaksanaan aqiqah merupakan Hadist Nabi Muhammad. saya tidak mendapati dalil pelaksanaan aqiqah berdasarkan Al Quran. saya telah menuliskan hadits shahih mengenai aqiqah yang menjadi dasar hukum aqiqah.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/ Hukum Aqiqah Untuk Diri Sendiri

hukum aqiqah dengan hutang

Hukum aqiqah setelah dewasa diskamurkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi. Hadist tersebut berbunyi “dari Anas RA bahwasanya Nabi SAW ber’aqiqah untuk dirinya sesudah beliau menjadi Nabi”. [HR. Baihaqi juz 9, hal. 300].

Hadist tersebut dinyatakan beberapa ulama merupakan dha’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Abdullah bin Muharrar. mengenai ‘Abdullah bin Muharrar, Ibnu Ma’in berkata : ia dla’if. ‘Amr bin ‘Ali,Abu Hatim, ‘Ali bin Junaid dan Daraquthni berkata : ia matruukul hadits. Abu Zur’ah berkata : ia dla’iful hadits. Bukhari berkata : ia munkarul hadits.

Namun demikian, ulama seperti Ibnu Sirin dan Al Hasan Al Bashri menganjurkan untuk melakukan aqiqah diri sendiri setelah dewasa. Hal tersebut dilkamuskan pada hadits yang berbunyi

“Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur, dan diberi nama.”

Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahamd, Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibn Majah, dari Samurah bin Jundub radliallahu ‘anhu dengan sanad yang shahih.

kamu tidak usah pusing dengan perbedaan pendapat seperti ini. Kami menyarankan kamu untuk istikhoroh dan mengambil keputusan yang paling sesuai dengan nurani kamu. Pastikan setiap keputusan terkait ibadah di kamusi dengan dalil.

Islam adalah agama yang baik

Islam memberikan solusi berupa langkah kompromi sehingga bisa keluar ari perselisihan. Sepatutnya seorang ayah tetap menyelenggarakan acara aqiqah untuk anaknya. Kalau sang ayah tidak mampu menyelenggarakannya, sedangkan si anak mempunyai kemampuan, maka sang anak bisa memberikan (sedekah) biaya kepada ayahnya. Kemudian, penyelenggaraan aqiqah tetap dilakukan oleh sang ayah.

Hukum Aqiqah Dengan Uang Pinjaman (Hutang)

hukum aqiqah dengan uang pinjaman

Sudah seharusnya bagi setiap muslim untuk menghidupkan sunnah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk aqiqah. Namun demikian, setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kalau kamu mempunyai kemampuan untuk melakukan aqiqah, kami menyarankan kamu untuk melakukannya karena hukumnya sunnah muakad (mendekati wajib) dan sebagai syiar agama Islam.

Lalu bagaimana dengan orang yang tidak punya uang, kemudian pinjam ke orang lain (saudara dekat)nya. Mengenai perkara ini, Imam Ahmad berpendapat membolehkan untuk aqiqah dengan uang pinjaman asalkan ia mempunyai sumber penghasilan yang bisa dipastikan untuk membayar hutangnya (dengan gaji). Berikut kutipan perkataan Imam Ahmad rahimahullahu:
إذا لم يكن عنده ما يعق فاستقرض رجوت أن يخلف الله عليه إحياء سنة
“Kalau ia tidak mempunyai harta untuk aqiqah kemudian berhutang maka aku berharap Allah menggantinya karena ia telah menghidupkan sunnah ”

Kalau orang tersebut tidak mempunyai penghasilan tetap, maka jangan ia berhutang. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan mudharat bagi ia dan orang yang menghutanginya. (Lihat Kasysyaf Al-Qina’ ‘an Matnil Iqna’, Manshur bin Yunus Al-Bahuti 2/353).

Bagi anda yang saat ini sedang ingin meng-aqiqah anak anda, dan sedang mencari penyedia jasa dengan harga yang pas di kantung, maka AkikahKita adalah jawabannya. Kami menyediakan banyak paket murah, yang pastinya dengan maasakan terbaik. Untuk memesan paket aqiqah anda bisa menghubungi nomer kami di bawah ini.

Whatsapp +62 821-1979-9909

Ayo segera order sekarang juga, jangan sampai anda tidak melakukan sunnah Rosul ini yah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.