Jasa Aqiqah di Brebes

Jasa Aqiqah di Brebes –Rukun aqiqah atau aqiqahan bayi/anak di dalam Islam merupakan hal penting. Rukun di dalam pelaksanaan aqiqah sebagai ibadah yang menurut mayoritas ulama hukumnya merupakan sunnah muakad ini perlu diketahui calon orang tua. Tahukah kamu pengertian dari rukun di dalam konteks agama Islam?

Pengertian Rukun Aqiqah

jasa aqiqah brebes

Menurut KKBI, rukun merupakan suatu hal yang harus dipenuhi sebagai syarat sahnya suatu pekerjaan atau amalan. kalau rukun tidak dipenuhi maka amalan tersebut dianggap tidak sah. Maknya yang kedua, masih menurut KKBI, rukun merupakan sendi atau dasar atau asas contohnya merupakan rukum iman itu semakna dengan dasar iman. Masih ingat dengan rukum iman yang enam?

Beberapa adab di dalam menyambut kelahiran sang buah hati secara Islami

  • Memperdengarkan suara adzan di telinga kanan bayi yang baru lahir
  • Memperdengarkan suara iqamah di telinga kirinya
  • Membacakan doa di kedua belah telinganya, misalnya membaca surah Al-Ikhlas
  • Mengoleskan langit-langit mulut sang bayi dengan kunyahan benda yang manis seperti kurma, buah tamar atau pisang (disebut dengan istilah tahnik)
  • Tasmiyah atau memberi nama anak tersebut dengan nama-nama yang baik pada hari ketujuh kelahirannya.
  • Mengadakan walimatul aqiqah atau jamuan dan doa tasyakuran atas kelahirannya pada hari ke-7 kelahiran bayi.
  • Mencukur rambut sang anak tersebut selepas menyembelih hewan ‘aqiqah (kambing atau domba) untuknya. Untuk anak laki-laki 2 ekor kambing dan untuk anak perempuan 1 ekor kambing
  • Memberi sedekah seberat rambut sang anak yang dicukur itu atau uang yang nilainya seharga dengan perak.
  • Menyedekahkan daging aqiqah kepada fakir miskin.

di dalam masalah waktu pelaksanaannya, ulama berbeda pendapat. Ada yang mengharuskan hari ke-7 bersamaan dengan pemberian nama. Ada juga yang membolehkannya hingga masa nifas ibunya selesai. Namun ada juga yang melonggoggarkannya sampai si anak menjelang masuk usia balignya, bahkan ada juga yang membolehkannya sampai kapan pun sampai orang tua benar-benar mampu.

Kapan boleh dimulai aqiqah?

Secara umum, jumhur ulama berpendapat bahwa waktu di-sunnahkannya penyembelihan hewan aqiqah pada hari ke-7. Akan tetapi mereka berberda pendapat tentang hari kebolehan diluar sunnah.

Namun, Syafiiyah dan Hanabilah membolehkan pelaksanaan aqiqah tepat setelah bayi dilahirkan dan tidak harus menunggu sampai hari ke-7. Tapi mereka tidak membolehkan sebelum bayi dilahirkan. Maka, kalau penyembelihan dilakukan sebelum kelahiran bayi, dianggap sebagai sembelihan biasa dan bukan aqiqah. Hal ini didasari atas suatu sebab yaitu kelahiran. Maka kalau bayi sudah terlahir aqiqah boleh dilaksanakan.

Sedangkan Hanafiyah dan Malikiyah baru membolehkan pelaksanaan aqiqah pada hari ke-7 pasca kelahiran. Dan aqiqah tidak sah (dianggap sembelihan biasa) kalau dilaksanakan sebelumnya.

Sebagian ulama menghitung hari kelahiran hanya pada siangnya saja. Maka kalau ada anak yang lahir selepas magrib, maka satu harinya dihitung mulai besok pagi.

Kapan waktu aqiqah berlalu?

1.Hari ke-7

Kalangan Malikiyah berpendapat bahwa waktu aqiqah hanya sampai hari ke-7 pasca kelahiran. kalau hari ke-7 sudah berlalu maka ibadah aqiqah sudah tidak lagi berlaku.

2.Sampai anak usia baligh

Sedangkan Syafi’iyah, mereka membolehkan bagi orang tua melasanakan aqiqah anaknya hingga dia masuk usia baligh. Ini yang mustahabb. Maka ketika telah masuk usia baligh, orang tua tidak lagi terbebani ibadah ini. Akan tetapi anak itulah yang akan melaksanakan aqiqahnya sendiri kalau mampu. Demikian yang diriwayatkan di dalam sebuah hadits, bahwa Rasulallah meng-aqiqahi dirinya sendiri ketika beliau sudah menjadi nabi.

Al-Imam an-Nawawi di di dalam kitabnya Syarhu al-Muhadzab, mengatakan kalau hadits tentang aqiqahnya Nabi untuk dirinya sendiri itu merupakan hadits bathil.

3.Sampai selesai masa nifas ibunya

4.Anak boleh mengaqiqahi dirinya sendirikapan pun

Namun demikian, ada ulama yang membolehkan bagi anak untuk meng-aqiqahi dirinya sendiri kalau mampu dengan keumuman hadits,

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى

Artinya: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka disembelihkan hewan untuknya pada hari ke-7, dicukur rambutnya, dan diberi nama” (HR.Ibn Majah)

Kata tergadai (مُرْتَهَنٌ) berarti harus dilaksanakan dan ditunaikan kapan pun dan oleh siapapun. kalau masih hari ke-7 atau sebelum baligh, maka menjadi tanggungan orang tua. Namun kalau sudah lewat, maka boleh dilaksanakan oleh siapapun temasuk oleh anak itu sendiri, kalau dia mampu. Kata ‘boleh’ di dalam hal ini bukan berati sunnah.

Wallahu a’lam

Jasa Aqiqah di Brebes

jasa aqiqah di brebes

Setelah mengetahui hukum dan kapan aqiqah harus dilaksanakan, tentunya sebagai orang tua ingin mengaqiqah anaknya, karena ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada allah karena telah memberikan keturunan.

Bagi anda yang saat ini sedang mencari jasa aqiqah, dan berdomisili di daerah brebes dan sekitarnya, maka AkikahKita adalah jawabannya. Karena kami penyedia jasa aqiqah dengan harga yang murah serta berkuakitas. Untuk memesan jasa aqiqah, anda bisa menghubungi nomer kami di bawah ini.

Whatsapp +62 821-1979-9909

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.